Comments

{getWidget} $results={3} $label={comments} $type={list1}
Ngaji kitab Akidatul Awam Part 2_Penjelasan Nadhom pertama

By On Tuesday, January 28, 2025

Ngaji kitab Akidatul Awam Part 2_Penjelasan Nadhom pertama

 

Pendahuluan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Halo sahabat setia channel Pena Pesantren! Alhamdulillah, kita berjumpa kembali dalam seri kajian kitab Aqidatul Awam. Semoga Anda semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberkahi dengan ilmu yang bermanfaat. 

Pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan Ngaji Kitab Aqidatul Awam Part 2, yaitu membahas muqaddimah dan nadzom pertama dari kitab ini. Materi yang akan kita bahas meliputi: 

1. Makna kalimat Basmalah sebagai pembuka kitab. 

2. Pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Rasulullah SAW. 

3. Penjelasan nadzom pertama, yang mengajarkan pentingnya memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. 

Mari kita simak bersama, semoga kajian ini menjadi tambahan ilmu dan keberkahan bagi kita semua. 

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

الرَّحِيْـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــمِ

الرَّحْمَــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــنِ

اللهِ

بِسْــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــمِ

صيڤاتي ڮوستي الله كاڠ وٓلاس أسيه ماريڠ ووڠ مؤمن بٓلاكا إيڠدالٓم آخرة

صيڤاتي ڮوستي الله كاڠ وٓلاس أسيه ماريڠ ووڠ مؤمن لان ووڠ كافر إيڠدالٓم دنياء

ڮوستي الله

ڠاويتي ڠاڠڮيت كتاب عقيدة العوام ساڤا إيڠسون كٓلاوان ۑٓبوت أسماني

 

Segala puji milik allah tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat nabi Muhammad selaku rasul yang paling mulya. shalawat dan salam tersebut juga semoga tercurahkan kapada keluarga nabi, para sahabat nabi dan kita semuanya.

      عَلَى

وَالسَّلَامُ

وَالصَّلَاةُ

الْعَالَمِيْنَ

رَبِّ

لِلَّهِ

أَلْحَمْدُ

إيكو موڮا تٓتٓڤ

لان كٓسٓلامٓتان

أوتاوي تامباهي رحمة تعظيم

ووڠ ڠالام كابية

صيڤاتي ڮوستي الله كاڠ مٓڠيراني

إيكو تٓتٓڤ كاڮوڠاني ڮوستي الله

أوتاوي سٓكابيهاني ڤوجي

أَمَّا بَعْدُ

أَجْمَعِيْنَ

وَصَحْبِهِ

آلِهِ

وَعَلَى

الْمُرْسَلِيْنَ

أَشْرَفِ

لان أناڤون إيڠدالٓم سأ أوويسي ماچا بسم الله حمد الله صلواة لان سلم

حالي سٓكابيهاني

لان صاحاباتي كانجٓڠ نبي

كالووارڮاني كانجٓڠ نبي

لان موڮا تٓتٓڤ إيڠاتاسي

ڤيرا-ڤيرا أوتوسان

إيڠاتاسي لٓويه موليا-مولياني

 

Saya mengawali [menyusun

nadzom-nadzom ini] dengan

[meminta pertolongan] kepada Allah

Yang Maha Pengasih **

dan dengan-Nya Yang Maha

Penyayang, yang selalu memberikan

nikmat tanpa henti.

دَائِمِ الْإِحْسَانِ

وَ بِالرَّحِيْمِ

*

وَالرَّحْمَنِ

بِسْمِ اللهِ

أَبْدَأُ

كاڠ لاڠڮٓڠ كٓباڮوساني

لان كٓلاوان ۑٓبوت أسماني ڮوستي الله كاڠ ڤٓرصيفاتان رحيم

 

لان كٓلاوان ۑٓبوت أسماني ڮوستي الله كاڠ ڤٓرصيفاتان رحمن

كٓلاوان ۑٓبوت أسماني ڮوستي الله

ڠاويتي ڠاڠڮيت كتاب عقيدة العوام ساڤا إيڠسون

 

Artinya: pengarang kitab aqidatu awwam ketika mengarang kitab tersebut memulainya dengan menyebut nama allah swt (maksudnya adalah meminta pertolongan dengan dzat yang bernama allah swt ) dan sekaligus dia adalah dzat yang mempunya sifat welas asih didunia dan akhirat dan juga dia adalah dzat yang welas asih di akhirat dan juga dia adalah dzat yang abadi dalam memberikan kebaikannya.

 

أرتوسيڤون: كياهي ناظم ميلاهي عاڠڮيت ڤونيكا كتاب كانطي ۑٓبوت أسمانيڤون الله (ۑوون ڤيتولوڠ داتٓڠ ذات إيڠكاڠ ديڤون أسماني كاليان أسما الله) ساها ذات إيڠكڠ فٓرصيفاتان وۤلاس أسيه وونتۤن دنيا لن آخرة ساها ذات إيڠكاڠ وٓلاس أسيه وونتۤن آخرة تور ذات إيڠكاڠ لاڠڮٓڠ أڠڮين إيفون ڤاريڠ كٓساهينان

 

 

Penutup

Alhamdulillah, sahabat Pena Pesantren, kita telah menyelesaikan pembahasan muqaddimah dan nadzom pertama dari kitab Aqidatul Awam. Dari materi ini, kita belajar: 

1. Pentingnya memulai setiap aktivitas dengan nama Allah SWT (Basmalah), sebagai bentuk doa dan tawakal kepada-Nya. 

2. Pujian kepada Allah sebagai wujud syukur atas nikmat-Nya, serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta kita kepada beliau. 

3. Nadzom pertama mengajarkan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang selalu memberikan kebaikan tanpa henti. 

Semoga apa yang telah kita pelajari hari ini menjadi amal jariyah dan menambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Jangan lupa untuk like, subscribe, comment, dan share video ini agar semakin banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat dari kajian ini. 

Sampai jumpa di episode selanjutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Ngaji kitab Aqidatul Awam Part 1 (pendahuluan)

By On Saturday, November 02, 2024

Ngaji kitab Aqidatul Awam Part 1_Muqadimah

Daftar isi

Pendahuluan. 1

1. Latar Belakang Kitab dan Pengarangnya. 1

2. Tujuan Penulisan dan Pentingnya Aqidatul Awam.. 2

3. Keistimewaan Kitab Aqidatul Awam.. 2

4. Relevansi Kitab dalam Pembelajaran Akidah di Pesantren. 3

Penutup. 3

 

 

Pendahuluan

Kitab Aqidatul Awam, yang artinya “Akidah untuk Orang Awam”, merupakan kitab yang menjelaskan dasar-dasar keimanan Islam dengan sederhana dan singkat, sesuai untuk mereka yang baru memulai belajar ilmu akidah. Kitab ini penting untuk dipelajari oleh setiap Muslim, terutama bagi kalangan awam yang ingin mengenal sifat-sifat ketuhanan dan dasar-dasar keimanan dengan pemahaman yang mudah diingat dan dihafal. Kitab ini membahas sifat-sifat wajib dan mustahil bagi Allah, sifat-sifat wajib dan mustahil bagi para Rasul, nama-nama Nabi dan Rasul, nama-nama malaikat serta tugas-tugasnya, hingga pengetahuan dasar tentang keluarga dan keturunan Nabi Muhammad SAW serta garis besar perjalanan hidup beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.

1. Latar Belakang Kitab dan Pengarangnya

Kitab Aqidatul Awam disusun dalam bentuk syair (nazham) yang terdiri dari 57 bait. Syair atau nazham dipilih sebagai bentuk penulisan karena memudahkan para pelajar menghafal dasar-dasar akidah ini. Dalam tradisi pesantren, nazham menjadi alat yang efektif untuk mempelajari dan menghafal ilmu keislaman, sebab penulisan dalam bentuk bait membantu mempercepat pemahaman dan daya ingat. Syaikh Ahmad al-Marzuqi al-Hasani, penulis kitab ini, merupakan ulama besar kelahiran Mesir pada tahun 1205 H, yang memiliki keahlian dalam bidang akidah, qiraah, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Guru-gurunya meliputi ulama terkemuka, salah satunya adalah Syekh al-Kabir Sayyid Ibrahim al-'Ubaidi, ahli qiraah sepuluh (Qira’at al-‘Asyarah). Murid-murid beliau juga banyak yang menjadi ulama besar, seperti Syekh Ahmad Dahman dan Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

2. Tujuan Penulisan dan Pentingnya Aqidatul Awam

Tujuan utama dari kitab Aqidatul Awam adalah memberikan pemahaman yang mendasar tentang keimanan bagi kalangan yang baru belajar, baik dari aspek sifat-sifat Allah, sifat-sifat Rasul, maupun pengenalan dasar terhadap unsur-unsur akidah lainnya. Kitab ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman dasar, karena bisa menjawab kebutuhan utama umat Islam untuk mengetahui konsep keimanan mereka. Kitab ini juga penting untuk menjadi pegangan awal bagi para santri sebelum mereka melangkah ke kitab-kitab akidah yang lebih besar seperti Al-Ibanah karya Imam Al-Asy’ari, Al-Iqtishad Fil I’tiqad karya Imam Al-Ghazali, atau Al-Aqidah Al-Tahawiyyah karya Imam Al-Tahawi dan lain lain.

Sebagai kitab pengantar akidah, kitab Aqidatul Awam merujuk pada prinsip-prinsip dasar yang dijelaskan dalam kitab-kitab akidah klasik oleh para ulama terdahulu, seperti: kitab Al-Ibanah karya Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari yang menjadi dasar bagi ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menetapkan sifat-sifat Allah, sifat sifat Rasul dan prinsip-prinsip keimanan. Kitab ini juga merujuk pada kitab Al-Aqidah Al-Tahawiyyah karya Imam Abu Ja'far al-Tahawi, yang menekankan aspek ketauhidan, kenabian, dan keyakinan terhadap hal-hal gaib seperti malaikat dan takdir.

3. Keistimewaan Kitab Aqidatul Awam

Kitab ini memiliki keistimewaan khusus karena meskipun ringkas, ia sarat akan poin-poin penting dalam akidah yang harus diketahui oleh setiap Muslim. Kitab ini juga mendapat perhatian dari ulama besar Nusantara, seperti Syekh Nawawi al-Bantani, yang menulis syarah atau penjelasan dari kitab ini dalam karyanya Nur al-Dzalam, sehingga kitab Aqidatul Awam lebih mudah dipahami oleh para pelajar. Penyusunan syarah ini juga menunjukkan bahwa kitab Aqidatul Awam relevan dan diperlukan sebagai kitab rujukan awal bagi para penuntut ilmu di pesantren-pesantren.

4. Relevansi Kitab dalam Pembelajaran Akidah di Pesantren

Kitab Aqidatul Awam menjadi bagian penting dalam kurikulum pesantren karena menyampaikan dasar-dasar akidah dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang memudahkan santri untuk menghafal. Dengan memahami kitab ini, para santri dapat memiliki pondasi akidah yang kuat sebelum melanjutkan ke kitab-kitab yang lebih kompleks. Kitab ini juga menanamkan nilai-nilai dasar dalam beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menuntun para pembacanya untuk memiliki keyakinan yang benar terhadap unsur-unsur pokok dalam Islam.

Penutup

Kitab Aqidatul Awam merupakan warisan ilmu yang sangat berharga bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang baru memulai perjalanan dalam memahami dasar-dasar keimanan. Dengan penyajiannya yang sederhana, berbentuk nazham, kitab ini menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan konsep akidah secara mendalam namun tetap mudah dipahami dan dihafal. 

Sebagai kitab yang telah diakui oleh banyak ulama, baik di Timur Tengah maupun Nusantara, Aqidatul Awam memiliki peran penting dalam membangun pondasi keimanan yang kokoh. Kehadiran kitab ini tidak hanya memberikan panduan keilmuan, tetapi juga membentuk keyakinan yang lurus berdasarkan ajaran Islam yang sesuai dengan tuntunan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. 

Semoga dengan mempelajari  Aqidatul Awam, kita semua dapat semakin memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar, serta menjaga keimanan kita dari penyimpangan. Kitab ini adalah pengingat bahwa keimanan yang kokoh harus dibangun di atas pemahaman yang benar, sebagaimana yang diwariskan oleh para ulama terdahulu. Wallahu a‘lam bish-shawab.